Sabtu, 31 Juli 2010
Bagi Rakyat Kecil, Keadilan di Indonesia “Bagai Pungguk Merindukan Bulan”
Indra aswan pria asal malang beraksi dengan berjalan kaki dari Malang ke Istana Presiden, Jakarta. Aksi seorang pria berumur setengah abad ini bukan untuk unjuk kekuatan fisik maupun memecahkan rekor. Hampir 1000 km beliau lewati setapak demi setapak tanpa menghiraukan panasnya terik mentari dan dinginnya hujan. Dengan modal tekat dan niat tulus serta dukungan doa dari istri yang ditinggal dirumah, Indra Aswan telah sampai ke Jakarta dengan selamat meskipun saat ini bengkak di kakinya belum juga diobati. Salut buat beliau smoga saat ini semua orang yang tau perjuangan anda memberi dukungan dan doa buat anda.
Sekilas cerita yang akhir-akhir ini sering dimuat di berita televise menarik untuk dibicarakan. Mengutip satu kalimat dari Indra “keadilan bagi orang kecil bagai pungguk merindukan bulan”. Ungkapan itu bukan tanpa alasan, 15 tahun yang lalu anaknya meninggal karena di tabrak oleh seorang oknum aparat dan sampai sekarang tidak ada keadilan bagi Iindra. Jangankan keadilan hukum, permintaan maaf pun tidak pernah disampaikan oleh oknum tersebut.
Kalau ada anggapan aksi yang dilakukan Indra hanya untuk mencari simpati saya kira aneh orang yang berkomentar seperti itu karena berbagai usaha hukum sudah Indra lakukan dan tidak ada hasil yang diperoleh. Lucunya lagi setelah 8 tahun dari kejadian, baru ada sidang atas kasus tersebut. Hasil sidangpun memvonis bebas oknum sang perwira dengan alasan kasus sudah kadaluwarsa (atau memang dibuat kadaluwarsa?).
Apakah memang seperti ini keadilan di Indonesia?
Apakah benar tidak ada keadilan bagi rakyat kecil?
Hukum seharusnya dibuat untuk melindungi semua Warga Negara tanpa melihat pangkat, jabatan, hubungan keluarga, punya uang atau tidak semua harus rata. Tapi inilah kenyataan yang ada, masih ada Indra Aswan dan mungkin Indra Aswan lainnya di negeri ini yang sama sekali tidak mendapatkan keadilan dari aturan yang dibuat manusia.
Menarik sekali apa yang diungkapkan Indra ketika di kabar petang Tv One (sabtu, 31 juli 2010) beliau ingin pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Satu jawaban yang sangat cerdas bagi orang kecil (menurut dia tapi menurut saya beliau “orang besar”). Kenapa saya katakana demikian? kebanykan orang selalu menjawab “hukuman seberat beratnya, hukuman mati, nyawa dibalas nyawa, dsb ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama. Tetapi apa yang diungkapkan Indra adalah bukti bahwa beliau paham dan sadar betul bahwa Indonesia adalah Negara Hukum yang sudah ada hukumnya. Perasaan haru bertambah ketika dia mengungkapkan ada “Hukum Tuhan” yang pasti menimpa pelaku walaupun dirasa hukum di Indonesia tidak sebanding dengan penderitaan yang indra rasakan.
Satu lagi sosok yang patut kita jadikan inspirasi dalam hidup. Ketegaran, usaha, kerja keras, semangat, sabar, cerdas, dan keyakinan Tuhan ada dalam diri Indra Aswan.
Semangat terus dan kami semua mendoakan anda. Semoga perjuangan anda tidak sia-sia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
bagaimana komentar anda